Logo PT Kumata Indonesia
NEWS - COMPANY NEWS

Jago Tandang Redup di Kandang

Posted on:
Share To

Perjuangan Animasi Lokal Indonesia.

Senin 15 Juni 2015 lalu, bertempat di Seoul Korea, panitia Seoul Promotion Plan (SSP) Project Competition 2015 mengumumkan 20 karya finalis yang dinyatakan lolos dari babak penyisihan awal yang diikuti sekitar 280 peserta. 20 finalis tersebut berkesempatan mempresentasikan karya mereka di depan panel juri internasional pada puncak acara SPP Project Competition yang akan berlangsung 13-14 Juli nanti.

Salah satu dari 20 finalis yang mendapat kesempatan tersebut adalah Kumata Studio dari Kota Bandung, yang mengirimkan karya animasi berjudul MILES & STONE.

Miles & Stone adalah karya serial animasi pertama yang dihasilkan Kumata Studio yang ditujukan untuk pasar animasi luar negeri, di produksi di indonesia oleh para animator lokal mulai dari konsep hingga post-produksi.

SPP Project Competition merupakan program kerjasama pemerintahan kota Seoul dan SBA Seoul Animation center yang bertujuan mencari karya-karya animasi menarik terbaru dari seluruh dunia. Memberikan ruang bagi para produser industri kreatif untuk membuka jaringan, bekerja sama, menjual atau berinvestasi di bidang animasi.

20 finalis terpilih mendapat kesempatan untuk mempresentasikan proyek mereka di depan sebuah panel juri international dan para professional industri kreatif lainnya. Dari hasil presentasi itu akan dipilih tiga pemenang untuk tiga kategori yakni; Creativity, Planning, dan Technology. Masing masing pemenang akan mendapatkan hadiah sebesar $10,000 dan tentunya sebuah kesempatan promosi yang besar bagi karya mereka.

Salah satu tantangan terbesar bergerak di bidang industri kreatif di Indonesia adalah kurangnya infrastruktur serta belum terbentuknya sebuah ekosistem industri, dimana para pekerja animasi bisa menunjukan karya mereka atau mencari investor.

Selain tantangan itu. Ada pula hal lain yang menjadi faktor penghambat sulit berkembangnya industri animasi di Indonesia. Kecenderungan melihat karya buatan luar negeri jauh lebih menarik ketimbang karya lokal. Kualitasnya dianggap rendah. Sehingga menimbulkan rendahnya semangat para pegiat industri kreatif di Indonesia untuk membuat dan mengembangkan ide-ide kreatif yang mereka miliki.

Fakta tersebut yang mendorong banyak studio animasi lokal, termasuk Kumata Studio ‘bergerilya’ mengirimkan karya mereka ke luar negeri, seperti ke acara seperti SPP Project Competition. Teman-teman yang berkarya dan berkolaborasi di Kumata Studio ingin memberikan pandangan lain terkait kualitas karya buat anak negeri.

SPP Project Competition memberikan sekaligus mencari kesempatan yang lebih besar untuk mencari investor dan ditampilkan di depan para professional industri kreatif dunia. Dengan harapan membuka pintu bagi karya mereka agar bisa bersaing di industri animasi global.

Link website event:
http://www.sppseoul.com/eng/about/notice_view.asp?Exh_Code=1067&Nd_Code=1001&N_Num=8274

Share To
  • Kumata Studio kembali garap Si Juki the Movie

    Kumata Studio kembali dipercaya oleh Falcon Pictures untuk menggarap film animasi mereka, Si Juki the Movie: Harta Pulau Monyet. Film yang merupakan sekuel dari Si Juki the Movie ini akan dirilis pada tahun 2020.
  • A Look at the Laugh Landfill

    Follow an assortment of talking waste disposal containers through a series of short sarcastic sketches that help us laugh at the garbage we all have to put up with everyday.
  • Dari Komik, "Si Juki" akan Diangkat ke Layar Lebar.

    Rumah produksi Falcon Pictures menggandeng Kumata Studio untuk membuat film animasi layar lebar tentang tokoh kocak kreasi Faza Meonk dengan judul Si Juki The Movie.
  • Genap Berusia 15 tahun, Yuk Intip Kilas Balik Kumata Studio

    Tanggal 9 September tahun ini Kumata Studio genap berusia 15 tahun. Dalam perjalanannya sampai sekarang Kumata tentunya memiliki banyak cerita dan lika-liku. Mari kita simak kisah singkat di balik berdirinya Kumata Studio yang dipaparkan oleh ketiga founder-nya.